Muhammad Al Fatih : The Conqueror (Bagian Kedua)
Kabar Kemenangan Yang Telah Dijanjikan
![]() |
| sumber : theistitute.wordpress.com |
Penyerangan Muhammad Al Fatih terhadap Konstantinopel bukanlah yang pertama kali. Jauh sebelumnya, sang Kakek, Ustman, yang juga pendiri Kesultanan Utsmaniyah telah memimpikan kota Konstantinopel juga. Sehingga keinginan Ustman dan sultan - sultan penerusnya ini menjadi modal kuat Muhammad Al Fatih untuk menaklukan Konstantinopel.
Namun, keinginan kuat Muhammad Al Fatih bukan semata - mata karena keinginan leluhurnya. Jauh sebelumnya -- 826 tahun yang lalu -- telah disampaikan dari lisan mulia Rasulullah Saw. bahwa Konstantinopel ini akan ditaklukan.
Tepatnya pada saat Nabi Hijrah ke Yastrib ( Madinah)-- 627 Masehi-- para Kafir Quraisy dan Yahudi yang membenci Rasulullah berencana untuk membunuh Rasulullah sampai ke akar - akarnya. Namun, Rasulullah mengetahui niat penyerangan mereka karena diberitahu oleh malaikat Jibril. Jibril memberi tahu Rasulullah bahwa dalam waktu enam hari akan ada pasukan dari Mekkah dengan membawa 10.000 pasukan. Sehingga saat itu, Rasulullah mengumpulkan para sahabat dan berdiskusi berapa pasukan yang dimiliki. Setelah dihitung, ternyata hanya ada 3000 pasukan yang terdiri dari mukmin yang beriman, munafik, dan beberapa kaum Yahudi.
Para pasukan dan Rasulullah duduk membicarakan strategi yang bisa diterapkan untuk menghadapi 10.000 pasukan. Salman Al - Farizi yang berasal dari Persia mempunyai sebuah usul mengenai cara menghadapi pasukan yang lebih banyak. Salman berkata bahwa saat dulu di Persia dia bersama pasukan lainnya membuat sebuah parit--karenanya dinamakan Perang Parit/Khandaq-- dengan syarat kedalaman sekitar 3 meter dan lebar 5 meter. Hal ini dimaksudkan agar jika ada kuda lompat maka tidak akan bisa untuk keluar.
Maka disepakatilah pembuatan parit ini sepanjang 8 km melingkar di utara Madinah. Dimana, utara Madinah merupakan satu - satunya area yang terbuka untuk diserang musuh. Di sisi timur , barat ,dan selatan Madinah, ada bukit yang menjaga kaum muslimin. Bukan hal yang mudah untuk menggali tanah pada saat itu. Disamping tanah yang keras, peralatan dan makanan persediaan juga hanya seadanya. Diceritakan bahwa peralatan penggalian menggunakan tombak dan makanan yang dimakan hanya menggunakan gandum--tangan dicelupkan ke air dan ditempelkan ke gandum sehingga gandum yang menempel itulah jatah makanan--.
Pada saat persiapan perang Khandaq, Rasulullah ditanya mengenai kota manakah yang ditaklukan terlebih dahulu. Hal ini diriwayatkan dalam hadits Ahmad.
Bahwasanya Abdullah bin Amru bin Ash berkata :
"Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah saw untuk menulis, lalu Rasulullah saw ditanya tentang kota manakah yang akan futuh (jatuh) terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka, Rasulullah saw. menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu", yakni Konstantinopel". HR. Ahmad
Oleh karena itu, bagi kaum muslim yang benar - benar beriman, takluknya Konstantinopel bukan pada tahun 1453, tetapi saat dikeluarkannya pernyataan dari Rasulullah saw. bahwa Konstantinopel yang takluk, maka pada saat itu juga Konstantinopel telah jatuh. Namun, bukan berarti hanya duduk saja maka Konstantinopel akan jatuh. Harus disertai ikhtiar dan doa. Karena seseorang yang dapat menaklukan Konstantinopel hanyalah panglima dan pasukan terbaik. Sebagaimana yang diisyaratkan oleh Rasulullah.
"Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukan oleh kalian. Maka sebaik baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik baik pasukan adalah pasukan yang menaklukannya." HR Ahmad.
Jadi penaklukan ini bukanlah hanya penaklukan biasa, tetapi sebuah bisyarah --kabar gembira dari Rasulullah dan Allah-- yang kemuliaannya diisyaratkan langsung oleh Rasulullah saw. Walaupun butuh 826 tahun penantian untuk menmbuktikan sabda Rasul, tetapi ikhtiar dari kaum muslimin tidak pernah padam. Hingga akhrnya pada tahun 1453, sultan Ustmani ke tujuh , berhasil membuktikan bisyarah Rasulullah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Komentar
Posting Komentar