Muhammad Al Fatih : The Conqueror (Bagian Pertama)

 Konstantinopel :  Perfect Defense

sumber : muhaemin-af.com

Konstantinopel merupakan wilayah yang strategis, terbentang dengan bentuk segitiga dan berada di sebelah barat Selat Bosphorus dimana merupakan selat yang dapat menhantarkan kapal - kapal menuju  Black Sea (Laut Hitam) . Selat Bosphorus ini juga memisahkan antara Eropa  dan semenanjung asia kecil (Anatolia). Sebelah barat selat Bosphorus terdapat pelabuhan alami yaitu Teluk Tanduk Emas (Golden Horn). Di sebelah selatan Selat Bosphorus , terdapat Selat Dardanela kemudian menuju Laut Mediterania.

Di sebelah barat kota Konstantinopel ini berbatasan langsung dengan daratan. Namun, di sebelah barat ini terdapat tembok sebanyak tiga lapis, sehingga sangat kokoh. Bahkan tembok ini kokoh selama 1123 tahun sebelum akhirnya berhasil diruntuhkan Muhammad Al Fatih pada tahun 1453. Tembok ini mengelilingi kota Konstantinopel dengan sempurna , baik di darat maupun laut. Namun, di sekitar laut hanya terdiri dari satu lapis. 

Saya akan tunjukkan betapa kuatnya tembok Konstantinopel di sebelah Barat .

sumber : muhaemin-af.com
     

Di bagian terluar tembok terdapat parit dengan lebar 18 - 20 meter dengan kedalaman 6 - 10 meter sehingga kuda - kuda maupun pasukan manapun tidak akan bisa melewati parit ini. Karena jika menyeberangi parit ini dengan berenang , maka akan dipanah melalui atas parit. Bagaimana solusi yang mungkin kalian pikirkan ??? Jika menggali lewat bawah tanah, maka sudah pernah dilakukan oleh penggali dari Serbia, tetapi prajurit Konstantinopel tetap dapat mengetahuinya. Bagaimana bisa? Prajurit Konstantinopel sudah memasang tong berisi air diatas tanah dan jaraknya diatur 1 meter, sehingga jika terdapat penggali yang melewatinya maka air akan bergetar dan prajurit Konstantinopel akan dapat membuat lubang counter attack dan menumpahkan minyak lalu membakarnya. Perfect bukan?

Bagian berikutnya dikenal dengan mikron teichos  atau tembok luar. Tembok ini dibangun dengan tinggi 5 meter hingga 10 meter apabila diukur dari daratan parateichion yang memisahkan tembok dalam dengan parit. Tembok ini juga memiliki keebalan 2 meter sehingga masih cukup kuat untuk ditembus. Diantara tembok dalam dan luar terdapat tempat untuk berperang yaitu dengan teras selebar 15 - 20 meter atau dikenal dengan peribolos.

Bagian selanjutnya yaitu tembok dalam yang bersentuhan dengan kota langsung. Tembok ini dinamakan mega teichos atau rembok dalam. Tembok ini berukuran tinggi 18 - 20 meter dengan tebal 5 meter. Setiap tembok terdapat menara dengan dilengkapi persenjataan lengkap bersama dengan pemanah yang siap memanah setiap pasukan yang ingin memanjat tembok.

Sumber : arieonolancel.wordpress.com
  

Mungkin ada yang berpikir "mengapa tidak menyerang lewat Teluk Tanduk Emas? Disana bukannya tembok hanya satu lapis saja tentu lebih mudah bukan?". Namun, kenyataanya tidak semudah itu, pada bagian ujung teluk, terdapat rantai raksasa sepanjang 275 meter yang dihubungkan dengan Menara Eugenius di tembok dan sisi lainnya pada Castellion di tembok segi empat pada bukit Galata. Rantai ini memiliki susunan 60 cm setiap mata rantainya dengan tebal 4 cm. Sehingga saat peperangan, maka rantai ini akan ditarik, sehingga membentang dan kapal - kapal yang nekat menerobos tentunya akan karam.

Inilah perfect defense  dari kota yang berada di pusat dunia ini. Jika bukan karena semangat dan kegigihan yang kuat dari pasukan muslim, tentunya tembok ini mustahil dijebol. Bahkan Napoleon Bonaparte mengatakan "Apabila dunia ini adalah sebuah negara, maka tempat yang layak sebagai ibukotanya yaitu Konstantinopel."

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Komentar