Muhammad Al Fatih : The Conqueror (Bagian Kelima)
Strategi Kejutan dari Al Fatih
Pada tanggal 6 April 1453 disepakati dimulainya penyerangan ke Konstantinopel melalui tiga arah yakni di sebelah timur melalui Teluk Tanduk Emas, sebelah selatan melalui Laut Marmara, dan melalui jalur darat atau sebelah barat berhadapan langsung dengan tembok tiga lapis. Dari sebelah timur dan selatan, terdapat 400 kapal yang dipersiapkanuntuk masuk ke Teluk Tanduk Emas. Dari sebelah barat, dipesiapkan 250.000 pasukan dan membawa meriam - meriam yang tiap meriamnya ditarik oleh 30 kerbau. Dan setiap meriam dikawal oleh 100 pasukan untuk meratakan jalan agar bisa dilalui meriam.
Pada saat semua sudah bersiap, penyerangan dimulai. Meriam - meriam ditembakkan, kapal - kapal menghajar kapal musuh. Apakah pasukan Muhammad Al Fatih dapat memenangkan pertempuran? Ternyata kaum muslim harus diuji terlebih dahulu dengan belum berhasilnya penyerangan mereka. Apa yang terjadi?
sebanyak 400 kapal masih kalah dari 27 kapal Konstantinopel yang ukurannya 10x lipat ukuran kapal kaum muslimin. Sedangkan dari sebelah timur terdapat bentangan rantai sangat besar ukurannya yang jika ditabrak oleh kapal maka kapal yang akan karam. Dari sebelah barat, meriam yang dibawa ternyata memiliki kelemahan yaitu reload selama 3 jam setelah satu kali penembakan. Sehingga saat waktu reload pasukan Konstantinopel mempunyai banyak waktu untuk memperbaiki tembok yang rusak.
Dari 6 April sampai 20 April penyerangan bukan kemenangan yang didapatkan oleh kaum muslim. Ternyata tembok Konstantinopel masih gagah melindungi pasukan Konstantinopel. Banyak pasukan muslim yang gugur membuat semangat pasukan yang tersisa menjadi lesu. Dan juga persediaan logistik yang menipis membuat ghirah penaklukan menjadi menipis. Kehilangan semangat inilah yang lebih berbahaya dalam peperangan daripada kehilangan logistik ataupun persenjataan.
Menyadari hal ini, Muhammad Al Fatih memanggil seluruh panglima untuk meminta saran apakah perang ini dilanjut atau berhenti. Halil Pasha memberikan saran agar Muhammad Al Fatih tidak keras kepala dan menghentikan penyerangan. Ternyata baru diketahui bahwa Halil Pasha sudah disogok oleh Yunani. Mendengar pernyataan Halil Pasha, seorang muallaf, Zaganos Pasha, menggebrak meja dan meminta Al Fatih agar tidak mendengarkan apa yang dikatakan Halil Pasha karena hendak memadamkan semangat juang mereka. Zaganos Pasha mengingatkan bahwa pasukan muslim datang bukan untuk kalah, tetapi datang untuk meraih kemuliaan. Zaganos Pasha tidak ingin kalah dibalik batu tembok besar itu dan mengingatkan bahwa Allah pasti bersama mereka.
Akhirnya penyerangan disepakati dilanjutkan. Namun tembok raksasa di sebelah barat masih menjadi halangan bagi pasukan muslim. Akhirnya seorang panglima Al Fatih memberikan pernyataan bahwa seandainya pasukan muslim dapat masuk ke daerah Teluk Tanduk Emas maka penyerangan dari daerah utara akan lebih mudah karena di utara tembok hanya satu lapis. Kemudian Al Fatih memberikan ide yang mengejutkan. Yaitu pengangkatan kapal melewati bukit Galata. Sontak hal tersebut membuat terkejut dan menjadi hal yang mustahil dalam pikiran pasukannya.
Namun, ternyata dalam satu malam saja atau pada malam 21 April 1453, sebanyak 72 kapal pindah dari bukit Galata menuju Teluk Tanduk Emas. Inilah strategi kejutan dari Muhammad Al Fatih.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Komentar
Posting Komentar