Kemenangan kaum muslim atas Konstantinopel menjadikan pelajaran berharga bagi kita semua. Banyak hikmah dan ibrah yang dapat kita ambil. Muhammad Al Fatih dengan sangat yakin mempercayai sabda Nabi Muhammad Saw bahwa yang akan runtuh terlebih dahulu adalah Konstantinopel dibandingkan Roma. Hal ini tentunya membuat kita berpikir, bahwa Roma sampai saat ini masih mejadi pusat Kristen di Vatikan. Namun, tren mualaf di eropa yang semakin meningkat seperti akan membuktikan sabda Rasulullah Saw kembali. Penyebaran dakwah Islam dan semakin terbukanya pikiran masyarakat Eropa mengenai Islam, menjadikan Islam akan semakin diminati. Dan bukan tak mungkin, kawasan Roma akan menjadi mayoritas muslim dengan dakwah yang secara masif disana.
Kemenangan kaum muslim atas Konstantinopel juga memberikan pelajaran berharaga berupa kemenangan yang agung membutuhkan kesabaran yang agung juga. Seperti yang kita ketahui percobaan pembebasan Konstantinopel sudah dimulai sejak Dinasti Umayyah, kemudian Abu Ayyub Al Anshori, berlanjut hingga kesultanan Utsmaniyah. Penantian lebih dari 800-an tahun sejak dikeluarkan sabda Nabi, akhirnya dapat dibuktikan oleh keturunan ke tujuh Kesultanan Utsmaniyah, Muhammad Al Fatih pada umur 21 Tahun. Saat berperang juga membutuhkan hampir 2 bulan di medan perang dan tentunya harus mempunyai logistik yang memadai. Jika tidak memiliki niat yang kuat, tentunya semangat kaum muslim akan runtuh dengan cepat.
Kemenangan kaum muslim atas Konstantinopel juga memberikan pelajaran yang paling berharga yaitu kemenangan yang diinginkan bukan bergantung pada jumlah pasukan, logistik, ataupun peralatan perang. Namun, penentu kemenangan yang sejati yaitu dari Allah Swt. Pasukan, logistik, dan peralatan perang hanya sebagai ikhtiar sedangkan yang memenangkan adalah Allah Swt. Tentunya kita ingat perang mu’tah dimana 3000 pasukan muslim berhasil melawan 200.000 pasukan romawi.
Tentunya dengan keadaan sekarang dimana muslim terpuruk, ditindas, dan mengalami kemunduran di belahan dunia membuat mata kita mengirimkan sinyal ke otak kita bahwa mustahil Islam akan bangkit. Tetapi, apabila kita melihat dengan iman kita kepada Allah bahwa Allah akan menolong umat muslim dan akan bangkit kembali untuk kedua kalinya tentunya kita menafikkan semua kejadian di depan mata kita dan membuat semangat membara untuk mempelajari dan membuat Islam kembali bangkit melalui keyakinan dan usaha kita untuk kebangkitan Islam.
Komentar
Posting Komentar